Gambar
0

PROMO DAN CASH BACK Kalo join VSI sekarang

Berikut ini kami sajikan Tabel promo perdana, cashback dan point reward untuk program Vpay.
Promo perdana berlaku terbatas waktu sesuai dengan ketersediaan dan tidak bersifat mengikat dan mengenai penjelasan secara detail dapat dilihat kembali disini: “Cashback, Point Perdana dan Point Reward“.

*) Paket Perdana = Paket Uang Digital = Paket Pendaftaran
*) Prosedur penukaran P3 bisa dipelajari di sini atau menghubungi CSO Kami

komunitas vsi

Keterangan :

  1. Setiap CashBack yang diterima oleh Mitra VSI akan dikenakan biaya administratif 10 persen.
  2. Jumlah CashBack dalam bentuk Rupiah akan ditransfer ke rekening Mitra VSI setiap hari Rabu dengan nilai nominal minimal Rp 150.000,- (nett).
  3. Jumlah CashBack dalam bentuk Deposit akan diterima Mitra VSI setiap hari Senin dengan nilai nominal minimal Rp 50.000,- (nett).
  4. Perhitungan CashBack dilakukan dengan periode Senin sd Minggu pk 12.00 malam (waktu server).
POINT REWARD
vpay
Iklan
0

Ini Dia Gambaran Tujuan VSI

JAKARTA, KOMPAS.com – Layanan perbankan selama ini hanya menjangkau sebagian penduduk Indonesia. Sementara masih banyak penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan, apalagi mereka yang tinggal di daerah pelosok yang kondisi geografisnya sulit diakses.

Data lembaga riset Sharing Vision dari Bandung mencatat, sebanyak 68 persen dari 246,9 juta penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank. Kemudian, sebanyak 80 persen penduduk yang berusia 15 tahun ke atas, belum tersentuh layanan perbankan. Dan, ada 52 persen rumah tangga yang belum memiliki simpanan di lembaga keuangan.

Dibutuhkan suatu terobosan agar layanan perbankan dapat menjangkau lebih banyak penduduk, salah satunya adalah branchless banking atau bank tanpa kantor cabang.

Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana, mengatakan, branchless banking merupakan salah satu strategi distribusi perbankan yang memberi layanan keuangan tanpa bergantung pada keberadaan kantor cabang bank.

“Tapi ini bukan sekadar strategi jalur distribusi baru, ini bisa jadi revolusi ekonomi dan sarana mensejahterakan rakyat,” tegasnya dalam lokakarya mengenai Branchless Banking di Bandung, Sabtu (28/9/2013).

Branchless banking menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pelosok, dengan berbagai kondisi geografis. Di Indonesia, banyak daerah yang sulit diakses dengan kendaraan bermotor. Tak sedikit masyarakat yang harus menempuh perjalanan selama beberapa jam atau berhari-hari, untuk mendatangi kantor cabang sebuah bank.

“Teknologi untuk branchless banking itu mudah sekali dan bisa digunakan orang awam. Peluang pasarnya sangat besar, karena layanan perbankan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat yang berada di pelosok,” terang Dimitri.

Teknologi mobile dan keberadaan agen

Branchless banking merupakan kombinasi antara agent banking dan mobile banking. Agent banking adalah kegiatan usaha non-bank, termasuk agen keliling, atau warung dan toko yang membantu bank memberikan layanan perbankan. Sedangkan mobile banking adalah akses layanan perbankan melalui telepon seluler (ponsel).

Masyarakat yang menggunakan branchless banking dapat memanfaatkan teknologi perangkat mobile, dimulai dari ponsel fitur. “Semua teknologi yang dibutuhkan untuk branchless banking sudah ada sejak 12 tahun lalu di Indonesia. Kita bisa memakai SMS, USSD, aplikasi lewat jalur internet, sampai alat Electronic Data Capture (EDC),” kata Dimitri.

Komponen penting lainnya adalah seorang agen. Jika ia seorang agen keliling, ia diharuskan pro aktif melakukan “jemput bola” ke rumah masyarakat untuk membantu membuka rekening, transfer dana, setor ataupun tarik tabungan. Agen kemudian menyetor uang ke master agen, atau langsung ke kantor cabang bank yang lokasi berada jauh dari pemukiman warga.

Branchless banking dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi mereka yang ingin menjadi agen. Namun, di sisi lain, agen juga termasuk salah satu risiko besar dalam branchless banking karena mereka harus membangun kepercayaan kepada nasabah. Menurut Dimitri, agen haruslah seseorang yang dapat dipercaya dan dikenal oleh masyarakat.

“Di Kenya, negara yang sukses membangun branchless banking, kebanyakan agen atau master agen adalah orang yang dapat dipercaya, seperti pemuka agama atau kepala suku,” jelas Dimitri.

Satu hal penting lainnya dalam branchless banking, adalah keberadaan pusat layanan nasabah. Bank yang memberi layanan branchless banking harus menyediakan aplikasi atau layanan secara transparan agar nasabah dapat mengetahui saldo tabungan, status transaksi, sampai melayani komplain nasabah.

Menurut survei yang dilakukan Sharing Vision, sebanyak 70 persen orang yang tidak memiliki rekening bank, mengaku tertarik untuk menabung, meminjam, dan mentransfer uang melalui layanan branchless banking.

Kenya dan Bangladesh

Salah satu negara yang sukses menjalankan branchless banking adalah Kenya, melalui bank yang bernama M-Pesa. Layanan ini adalah hasil kerjasama antara operator seluler dan perbankan di Kenya, antara lain Safaricom dan Vodacom.

Di Kenya, nilai transaksi harian branchless banking mencapai 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 575 miliar per hari dengan pendapatan tahunan Rp 2,83 triliun pada 2013. Jumlah agen keliling mencapai 65.547 orang, dan mayoritas transaksi dijalankan melalui SMS.

M-Pesa memungkinkan nasabah melakukan transfer dana via SMS lalu proses penarikan dilakukan melalui agen keliling dengan sistem “jemput bola” ke pelosok, yang beberapa masih menggunakan sepeda.

Masyarakat juga bisa menyetor tabungan ke agen tersebut hanya dengan mendaftar untuk memiliki user ID di M-Pesa. Dari akun tersebut, seluruh proses transaksi dijalankan.

Sementara di Bangladesh, bank yang sukses memberi layanan branchless banking adalah bKash. Jumlah agennya ada 30.000 orang guna melayani 2,2 juta pengguna bKash. Dengan biaya 0,2 dollar AS atau sekitar Rp 2.300, nasabah bisa transfer via SMS untuk kemudian ditindaklanjuti oleh agen keliling.

Dimitri mengatakan, bKash adalah jaringan pihak ketiga yang bekerja sama dengan banyak operator seluler dan bank di Bangladesh. “Sebanyak 95 persen pengguna ponsel di Bangladesh adalah pengguna bKash,” tuturnya.

Menanti sinergi perusahaan telekomunikasi-perbankan, dan regulasi

Untuk dapat memberi layanan branchless banking yang optimal, Dimitri berpendapat, harus terjalin kerjasama antara perusahaan telekomunikasi dengan perusahaan perbankan. Menurutnya, sejauh ini sudah ada upaya dari perusahaan perbankan dan telekomunikasi, namun kurang sungguh-sungguh dan cenderung berjalan masing-masing.

“Mungkin antara perbankan dengan telekomunikasi bisa membentuk perusahaan patungan untuk memberi layanan branchless banking ini. Semuanya saling membutuhkan, dan harus bersinergi untuk membentuk ekosistem,” ujarnya.

Beberapa perusahaan menganggap bahwa branchless banking hanyalah saluran distribusi baru. Dimitri membantah anggapan ini, ia mengatakan layanan perbankan ini akan menjadi revolusi ekonomi dari “wong cilik.”

Saat ini beberapa bank telah melakukan program uji coba sistem branchless banking, termasuk bank pembangunan daerah, bank syariah, hingga perusahaan telekomunikasi.

Namun, mereka masih menunggu regulasi dari Bank Indonesia yang terus menerus molor. Dimitri berpendapat, para pemain yang tertarik dengan branchless banking tak berani melangkah aturan main yang jelas. “Jika Bank Indonesia cepat merealisasikannya, dan ada sinergi dari berbagai pihak, branchless banking akan booming di 2014,” tutupnya.

0

7 RESOLUSI KEUANGAN 2014

Sob, di tahun 2013, mungkin diantara kita ada yang kesulitan mendapatkan penghasilan. Tapi ada juga yang mudah mendapatkan penghasilan, tapi mudah juga menghabiskannya.
Bahkan ada yang gajinya 15, maksudnya setelah tanggal 15 koma. hehe..
Nih, ada sedikit tips yang mudah-mudahan bermanfaat buat kita praktikkan.

1. Tingkatkan kemandirian, jadilah pribadi yang produktif
2. Kurangi pembelian barang konsumtif dan yang nilainya menyusut, seperti gadget baru, motor baru, mobil baru.
3. Lunasi hutang, jauhi riba
4. Saat punya penghasilan, sisihkan dulu untuk sedekah dan saving (menabung), baru boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari
5. Mulailah berpikir untuk memperbesar keran rizki yang sudah ada atau membuka keran rizki yang lain
6. Periksa kembali barang-barang di rumah atau di kostan, yang sudah tak terpakai sebaiknya diberikan pada yang membutuhkan. Daripada menumpuk dan tak berfaedah
7. Mulailah untuk mempunyai target keuangan tahunan. Misalnya buka tabungan haji, persiapan menikah, lanjut S2, beli rumah, dan lainnya.

Moga di tahun 2014, kita bisa lebih semangat dalam menjemput rizki dan lebih bijak dalam pengeluaran yang pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Aamiin

ingin punya pendapatan tambahan dengan modal kecil tapi hasil melimpah

silahkan hub :

hp. 081322263085

FB : Rini Aldo

pin bb : 276E3313

0

Kelebihan Bisnis VSI dibanding Bisnis yang Lain..^_^

TIDAK ADA KATA SULIT SUSAH DAN RIBET DI VSI.
YANG ANDA HANYA ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR DAN MENCOBA.

VSI adalah perusahaan yang mempunyai potensi Prospek yang paling mudah dibanding perusahaan lainnya.

Coba Anda fikirkan dengan perbandingan ini dengan yang Lain :
1. Owner & Founder Semua Orang kenal & faham
2. Produk Semua Orang pasti membutuhkan dan memakai.
3. Pelang prospek Bisa dimanapun tempat (Pesantren Pendidikan, kantor, pedesaan, Menengah kebawah hingga Atas, Segala Umur)
4. Kinerjanya mudah Anak SMP pun Bisa menjalankan.
5. Ada Bimbingan Marketing Onlinenya (Tanpa Harus Keluar Rumahpun Bisa).
6. Fasilitas member yang di dapat Lebih Banyak.
7. Sudah mempunyai Legalitas lengkap bahkan Oleh BI (Bank Indonesia)
8. Sudah memiliki ATM Sendiri yang bekerjasama dengan BRI.
9. Potensi Passif Income Seumur Hidup sangat Jelas.
10. Ada Sekolah Bisnisnya Via Offline Maupun Online.
11. Support Event dan pengembangan bisnis di setiap Kota – Negara.
12. Meringankan Beban Biaya Pengeluaran Masyarakat.
13. Terjamin Kehalalannya karena ada system pemotongan 10% dari komisi kita untuk Sedekah dan kegiatan keagamaan yang lainnya.
14. Sudah terjadi penggabungan member baru 150.000 lebih hingga dalam 5 bulan ini semenjak berdirinya perusahaan.
15. cara cerdas merubah pengeluaran kebutuhan hidup masyarakat menjadi sebuah penghasilan buat mereka. Ayook segera daftar dan bergabung dg komunitas VSI ..

mo daftar..

hub : hp 081322263085

email : rini.aldo@gmail.com

pin bb : 276E3313

fb : Rini Aldo

0

Tentang VSI langsung dari Ust. Yusuf Mansur

Semua orang insya Allah bayar listrik dan pulsa, juga bayar2 yang lain. Saat bayar, keluar biaya admin, ongkos, dll. Jumlahnya ga sedikit. Apalagi berlangsung seumur hidup. Jika dikalikan jumlah biaya admin & ongkos, fantastis untuk kebutuhan bayar listrik & HP. Kalangan perbankan, minimarket, peritel2 & pelayan konvensional jasa pembayaran2 ini, benar2 banyak. Mereka menawarkan kemudahan & hadiah2. Saya melihat peluang ini. Bagaimana kemudian pengeluaran jadi sumber pendapatan. Yang tadinya cuma admin. Sekarang jadi peluang. Sebab ada cashbacknya. Saya justru menshare keuntungan yang saya dapat dari fee transaksi. Sehingga ibu2 rumah tangga & seluruh pemakai listrik & pulsa HP bisa dapat cashback, di setiap transaksinya.VSI
Semua tentang VSI……..

Semua orang insya Allah bayar listrik dan pulsa, juga bayar2 yang lain. Saat bayar, keluar biaya admin, ongkos, dll. Jumlahnya ga sedikit. Apalagi berlangsung seumur hidup. Jika dikalikan jumlah biaya admin & ongkos, fantastis untuk kebutuhan bayar listrik & HP. Kalangan perbankan, minimarket, peritel2 & pelayan konvensional jasa pembayaran2 ini, benar2 banyak. Mereka menawarkan kemudahan & hadiah2. Say melihat peluang ini. Bagaimana kemudian pengeluaran jadi sumber pendapatan. Yang tadinya cuma admin. Sekarang jadi peluang. Sebab ada cashbacknya. Saya justru menshare keuntungan yang saya dapat dari fee transaksi. Sehingga ibu2 rumah tangga & seluruh pemakai listrik & pulsa HP bisa dapat cashback, di setiap transaksinya. Pake aja YahooMesenger/sms gratis.

Buat apa? Buat melakukan transaksinya. Sekalian jadi bisnis rumahan, atau kelasan, atau kampusan, bagi pelajar & mahasiswa. Setiap ada peluang, pelajari dulu, dengan hati adem, pikiran tenang. Sehingga ga ada su-udzdzannya. Pendaftaran jadi anggota VSI, untuk bisa menjalankan bisnis ini, baik untuk dirinya sendiri (buat pembayar2an dia sendiri), atau untuk orang lain, 275rb. Dari pendaftaran itu, anggap aja sewa kios, beli meja, buat gaji orang, jadi ga ada. Sebab untuk buka pembayaran loket & pulsa, itu mahal. Dengan VSI, jadi murah. Dan yang dibeli itu, ya wajar. Kesempatan investasi & usaha + jadiin biaya2 jadi murah. Termasuk start-up bisnisnya.

Kepada istri saya, saya simulasiin, walopun VSI ini dipakai sendiri, ga ngerekrut anggota lain, udah untung banget. Biaya admin itu, sebab transaksinya banyak dan seumur hidup, maka feenya juga jadi gila2an. Belum lagi ongkos & waktu. Dengan VSI, alhamdulillaah, semua bisa dilakukan hanya lewat gadget/HP, dari HP terjadul, apalagi HP terbaru.

Fee transaksi, malah diolah jadi cashback & bonus2. Kalo lewat perbankan, minimarket2, kios2 konvensional, ga ada cashback itu. Kalo bayarnya bukan lewat VSI, lewat ATM, bank2, minimarket2, baik bayar listrik/pulsa HP, dapatnya 2M. Apa itu? Makasih Mas. Ato Makasih Mbak. Tapi lewat VSI, dapat cashback. Demikian penjelasan singkat saya. Selebihnya ya pelajari. Supaya peluang bisnis di bidang fee transaksi ini, ikut dinikmati bersama.

Sayang, trilyunan rupiah diincar orang, tanpa ada cashback. Sungguh ini malah beda. Jadi ada cashback. Pro kontra biasa. Maju aja. Buktiin. Maaf, jika sekali2 nyelang buat bisnis. Mohon ridhonya. Mudah2an pada sadar, bahwa saya pengen semua maju & dapat peluang ini. Dengan jalanin bareng. Jika kemudian dihitung saya dapat untung, ya saya kira wajar aja. Namanya jg usaha. Masa ga nyari untung. Tapi…

Tapi jika sdr ngasih keuntungan dari ngasih free transaksi ke yg lain, ridho. Giliran ngasih saya, ngamuk2, he he he. Padahal ketika yang lain, dikasih keuntungan dari fee transaksi, ga bagi2. Saya? VSI? Bagi2. Hemat ongkos pula. Sebab pake gadget. Ketika ngasih keuntungan buat “yang lain”, sdr malah ga tau & ga bilang jgn nyari tau, sebab urusan orang. Tapi benar2 ga tau, kemana itu. Maksudnya, ga tau keuntungan itu disalurkan kemana. Adapun kalo saya, ga usah saya bilang lah. Liat saja gerakan saya buat apa. Yuk bangun, mikir, gerak. Gabung. Berjamaah. Toh jika mau buka bisnis ini, tetap ada investasi. Sekalipun itu dijalankn secara konvensional.

Ga beda dengan VSI. Ketika kemudian ambil lebih dari 1 peluang usaha di VSI, itu anggap saja sekalian buka cabang di beberapa tempat konvensional. Hanya yang mengerti, yang akan ikut. Tapi yang ga ngerti, mikir aja soal biaya admin & ongkos, serta energi ketika bayar2 macem2. Mohon doa untuk VSI.

Segala kekurangan, akan kami terus perbaiki. Terutama di pelayanan & teknologi. Ga ikutpun, bantu doa ya. Buat yang anggep ini ustadz hanya bisnis doangan, he he. Open your mata aja. Move on your jempol. Stalking TL, ha ha ha.

Terima Kasih. Salam.

Yusuf Mansur

Mau daftar VSI? hub saya di..

hp.081322263085

pin bb 276E3313

fb : Rini Aldo